Senin, 12 Oktober 2015

KURSUS TANI DALAM UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PELAKU UTAMA

Dalam beberapa tahun ini pemerintah melalui kementerian pertanian telah menjalankan program-program dalam upaya peningkatan produksi tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai. Dalam setiap program tersebut, selain bantuan sarana produksi yang diberikan, diperlukan juga suatu metode penyuluhan yang efektif dalam penyampaian informasi / inovasi teknologi pertanian ke pelaku utama.
            Kursus tani merupakan salah satu dari beberapa metode penyuluhan pertanian yang telah dicoba dan dianggap efektif dalam menyampaikan informasi atau inovasi teknologi pertanian kepada pelaku utama dan metode ini juga bisa mempercepat adopsi inovasi baru bagi pelaku utama.                        Menurut Permentan No 52 Tahun 2009, kursus tani adalah proses belajar mengajar yang diperuntukan bagi pelaku utama beserta keluarganya yang diselenggarakan secara sistematis, teratur dan dalam jangka waktu tertentu.
            Di kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang sendiri, kegiatan ini telah sering dilaksanakan dan dan hasilnya telah banyak diadopsi oleh pelaku utama. Misalnya Teknologi Alternatif Wetting-Dry (AWD), Teknologi Trap Barrier Sistem (TBS) Teknologi Tabela legowo 2:1 dan lain sebagainya
            Baru-baru ini telah dilaksanakan kembali kegiatan kursus tani dengan memberikan informasi-informasi baru kepada pelaku utama, seperti pembuatan pestisida dari tembakau dan bawang putih, pembuatan dan perbanyakan MOL dan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari keong mas serta pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar bambu. Dari  praktek yang telah dilaksanakan oleh pelaku utama, diharapkan nantinya dapat diadopsi dengan baik, sehingga dapat meningkatkan hasil dan kualitas produksi tanaman

            Dari kegiatan kursus tani yang telah dilaksanakan terdapat beberapa permasalahan yaitu, metode ini relatif mahal serta memerlukan persiapan dan pelaksanaan yang cermat serta kurangnya sarana dan alat bantu pengajaran sering mengganggu tercapainya tujuan.