KURSUS
TANI DALAM UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PELAKU UTAMA
Dalam
beberapa tahun ini pemerintah melalui kementerian pertanian telah menjalankan
program-program dalam upaya peningkatan produksi tanaman pangan seperti padi,
jagung dan kedelai. Dalam setiap program tersebut,
selain bantuan sarana produksi yang diberikan, diperlukan juga suatu metode
penyuluhan yang efektif dalam penyampaian informasi / inovasi teknologi pertanian
ke pelaku utama.
Kursus tani merupakan
salah satu dari beberapa metode penyuluhan pertanian yang telah dicoba dan
dianggap efektif dalam menyampaikan informasi atau inovasi teknologi pertanian
kepada pelaku utama dan metode ini juga bisa mempercepat adopsi inovasi baru
bagi pelaku utama. Menurut Permentan No
52 Tahun 2009, kursus tani adalah proses belajar mengajar yang diperuntukan
bagi pelaku utama beserta keluarganya yang diselenggarakan secara sistematis,
teratur dan dalam jangka waktu tertentu.
Di
kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang sendiri, kegiatan ini telah sering
dilaksanakan dan dan hasilnya telah banyak diadopsi oleh pelaku utama. Misalnya
Teknologi Alternatif Wetting-Dry (AWD), Teknologi Trap Barrier Sistem (TBS)
Teknologi Tabela legowo 2:1 dan lain sebagainya
Baru-baru ini telah dilaksanakan
kembali kegiatan kursus tani dengan memberikan informasi-informasi baru kepada
pelaku utama, seperti pembuatan pestisida dari tembakau dan bawang putih, pembuatan
dan perbanyakan MOL dan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari keong mas serta
pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar bambu. Dari praktek yang telah dilaksanakan oleh pelaku
utama, diharapkan nantinya dapat diadopsi dengan baik, sehingga dapat
meningkatkan hasil dan kualitas produksi tanaman
Dari kegiatan kursus tani yang telah
dilaksanakan terdapat beberapa permasalahan yaitu, metode ini
relatif mahal serta memerlukan persiapan dan pelaksanaan yang cermat serta kurangnya
sarana dan alat bantu pengajaran sering mengganggu tercapainya tujuan.