Rabu, 19 Maret 2014

Manfaat Lain Dari Yolk (kuning telur)
 
 
Apa kabar Teman-Teman Penyuluh Pinrang?
Bagaimana kegiatan penyuluhan yang sudah Anda lakukan, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi petani dan dalam jangka panjang dapat mensejahterakan para petani dampingan Anda.  Mari kita berhenti sejenak dan membaca informasi berikut, sebuah informasi singkat yang dapat diaplikasikandengan mudah oleh para petani.
Anda tentu sudah sangat mengenal kuning telur, bukan?  Ternyata kuning telur bukan hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dalam keadaan segar maupun olahanya.  Saat ini di petani Korea sudah memanfaatkan kuning telur bukan hanya sebagai bahan makanan saja, mereka saat ini mulai memanfaatkan kuning telur sebagai bahan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) dalam bentuk pestisida hayati.


Pestisida hayati berbasis kuning  telur ini sagat mudah dibuat oleh petani, harganya murah dan daya kendalinya terhadap OPT cukup baik.   Selain mampu mengendalikan OPT, kuning telur sebagai pestisida bermanfaat juga untuk menyehatkan tanaman karena berfungsi pula  sebagai pupuk hayati.  Sebuah aplikasi teknologi tepat guna yang mud dibuat, murah dan penerapanya tidak sulit serta sangat cocok untuk diaplikasikan pada para petani di Indonesia.
Pestisida hayati berbasis kuning telur ini merupakan hasil penelitian pakar pertanian organik dari Korea, Hyeong Jin Lee dari Divisi Pertanian Organik Lembaga Nasional Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian Pedesaan Korea.  Pestisida hayati ini diberi nama EYCO yang merupakan singkatan dari Egg Yolk (kuning telur) dan Cooking Oil (minyak masak)
Menurut penelitian tersebut, EYCO dapat dipergunakan pada semua jenis tanaman untuk mengendalikan berbagai OPT.  Pengendalian terhadap OPT ini lebih effektif dengan aksi proteksi atau perlindungan terhadap tanaman dibandingkan efek kuratif atau pengobatanya.
EYCO ini lebih effektif apabila digunakan untuk mengendalikan kapang putih dan serangga-serangga ukuran kecil seperti kutu dibanding serangga lebih besar seperti trips, moth dan patogen yang kuat seperti Colletotrichum.  Namun pestisida hayati ini cukup effektif juga terhadap berbagai mikroba termasuk mycelia dan conidia.
Daya kendali  pestisida hayati EYCO ini dapat ditingkatkan menjadi lebih baik dengan cara mencampurnya dengan pestisida hayati lainya seperti Bacillus thuringiensis, ekstrak mimba, ekstrak lada, atau pestisida hayati lainya.
Aplikasi EYCO
Pakar pertanian organik Hyeong Jin Lee, memberikan contoh untuk aplikasi pestisida hayati EYCO ini untuk mengendalikan kapang putih pada tanaman timun dan daun sla (lettuce).  Menurutnya pengendalian paling effektif dengan daya kendali sampai 95% adalah dengan menggunakan campuran 0,3 – 0,5 minyak biji bunga matahari atau kanola yang diemulsikan dengan 0,1% kuning telur.  Emulsifikasi harus dilakukan dengan sempurna sampai betul-betul teremulsi semua bahan di atas, sehingga semua bahan homogen. Baru pestisida hayati EYCO dapat diaplikasikan pada tanaman tersebut.
Bagaimana rekan-rekan penyuluh pertanian? Inovasi teknologi temuan Hyeong Jin Lee, dari Korea ini saya kira layak untuk diaplikasikan untuk mengendalikan berbagai jenis OPT yang menyerang pertanaman para petani.  Namun sebelum mengaplikasikannya perlu kajian effektifitas untuk berbagai jenis tanaman dan OPT di berbagai lokasi di tanah air, sebab ada kemungkinan effektifitasnya akan berbeda mengingat agroklimat dan tipologi lahan kita sangat berbeda dengan di Korea.
 
(CoPas : http://a289431cp.blogspot.com/2012/09/ternyata-kuning-telur-bisa-diguakan.html)

Senin, 20 Januari 2014

PENGENDALIAN PENYAKIT HDB/KRESEK DI DESA TANRA TUO





Tingginya intensitas hujan saat ini menyebabkan petani merasa was-was.  betapa tidak, kondisi lingkungan yang lembab  sangat mendukung perkembangan populasi hama dan penyakit pada tanaman padi.  Salah satu penyakit yang sangat meresahkan petani saat ini adalah penyakit Hawar Daun Bakteri atau yang lebih dikenal dengan penyakit Kresek. Penyakit ini memang sangat ditakuti oleh petani karena selain sukar untuk dikendalikan,  pada serangan berat penyakit ini berpotensi menghilangkan hasil sebanyak 40% sampai 60%.
            Penyakit pada tanaman padi dengan gejala daun mengering mulai dari tepi daun kemudian meluas hingga ketulang tengah daun, jika terjadi serangan akut seluruh helaian daun bisa mengering seluruhnya. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas sp.
            Hingga saat ini penyakit ini sudah menyerang 4 kelompok tani yang ada di desa Tanra tuo dengan intensitas sedang, dan keadaan ini membuat Penyuluh Pertanian setempat langsung mengajak ketua kelompok dan anggotanya pada hari Senin tanggal 20 Januari 2014 untuk melakukan pengendalian massal guna mengurangi penyebaran penyakit ini. penyakit ini sangat berbahaya, karena dapat menurunkan produksi sampai 50%, selain itu penyebaranya juga sangat cepat karena mampu menyebar melalui udara, air dan pakaian yang digunakan petani”   sahut Pak Muhammadong, Ketua kelompok tani Tanra Tuo I dan juga sebagai Penyuluh Swadaya yang ada di Kecamatan Cempa, disela-sela acara pengendalian massal penyakit kresek.
            Dengan menggunakan tangki sprayer yang telah diisi dengan cairan bakterisida yang telah di anjurkan oleh PPL, para petani dengan semangat melakukan penyemprotan pada tanaman padi yang telah terserang. “selama ini banyak petani kita yang salah menangani penyakit kresek ini  karena mereka mengendalikannya dengan Fungisida, sedangkan penyebab kresek adalah Bakteri Xantomonas oryzay jadi tidak tepat sasaran, dan yang lebih parah, ada petani yang melakukan penyemprotan dengan insektisida jadi bukanya sembuh tapi malah membuat tanaman tambah merah akibat stres”  sahut Mubarak Harun, S.Pt. Penyuluh Pertanian setempat. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa untuk mencegah munculnya penyakit ini maka yang perlu dilakukan yaitu, Pemilihan varietas yang tahan akan penyakit kresek/HDB, seed treatment benih yaitu memberikan larutan bakteri corina pada saat perendaman benih, memilih jarak tanam yang agak lebar seperti 27cm X  27cm atau dengan jarak tanam legowo untuk mencegah suasana lembab, pengaturan air secara berselang dan melakukan pemupukan berimbang. Jika tanaman sudah terlanjur terserang penyakit kresek, makam perlu dilakukan penyemprotan bakterisida yang sudah dianjurkan.