Tingginya
intensitas hujan saat ini menyebabkan petani merasa was-was. betapa tidak, kondisi lingkungan yang lembab sangat mendukung perkembangan populasi hama
dan penyakit pada tanaman padi. Salah satu
penyakit yang sangat meresahkan petani saat ini adalah penyakit Hawar Daun
Bakteri atau yang lebih dikenal dengan penyakit Kresek. Penyakit ini memang
sangat ditakuti oleh petani karena selain sukar untuk dikendalikan, pada serangan berat penyakit ini berpotensi
menghilangkan hasil sebanyak 40% sampai 60%.
Penyakit pada tanaman padi dengan
gejala daun mengering mulai dari tepi daun kemudian meluas hingga ketulang
tengah daun, jika terjadi serangan akut seluruh helaian daun bisa mengering
seluruhnya. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas sp.
Hingga saat ini penyakit ini sudah
menyerang 4 kelompok tani yang ada di desa Tanra tuo dengan intensitas sedang,
dan keadaan ini membuat Penyuluh Pertanian setempat langsung mengajak ketua
kelompok dan anggotanya pada hari Senin tanggal 20 Januari 2014 untuk melakukan
pengendalian massal guna mengurangi penyebaran penyakit ini. “penyakit
ini sangat berbahaya, karena dapat menurunkan produksi sampai 50%, selain itu
penyebaranya juga sangat cepat karena mampu menyebar melalui udara, air dan
pakaian yang digunakan petani” sahut Pak Muhammadong, Ketua kelompok tani Tanra
Tuo I dan juga sebagai Penyuluh Swadaya yang ada di Kecamatan Cempa, disela-sela
acara pengendalian massal penyakit kresek.
Dengan menggunakan tangki sprayer yang
telah diisi dengan cairan bakterisida yang telah di anjurkan oleh PPL, para
petani dengan semangat melakukan penyemprotan pada tanaman padi yang telah
terserang. “selama ini banyak petani kita yang salah menangani penyakit kresek
ini karena mereka mengendalikannya
dengan Fungisida, sedangkan penyebab kresek adalah Bakteri Xantomonas oryzay jadi tidak tepat sasaran,
dan yang lebih parah, ada petani yang melakukan penyemprotan dengan insektisida
jadi bukanya sembuh tapi malah membuat tanaman tambah merah akibat stres” sahut Mubarak Harun, S.Pt. Penyuluh
Pertanian setempat. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa untuk mencegah munculnya
penyakit ini maka yang perlu dilakukan yaitu, Pemilihan varietas yang tahan
akan penyakit kresek/HDB, seed treatment benih yaitu memberikan larutan bakteri
corina pada saat perendaman benih, memilih jarak tanam yang agak lebar seperti
27cm X 27cm atau dengan jarak tanam
legowo untuk mencegah suasana lembab, pengaturan air secara berselang dan melakukan
pemupukan berimbang. Jika tanaman sudah terlanjur terserang penyakit kresek,
makam perlu dilakukan penyemprotan bakterisida yang sudah dianjurkan.