Jumat, 01 April 2016

SOSIALISASI KLINIK PERTANIAN TERPADU DAN PEMANFAATAN MOBIL KLINIK SEBAGAI BAGIAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DI KECAMATAN CEMPA KABUPATEN PINRANG



SOSIALISASI KLINIK PERTANIAN TERPADU DAN PEMANFAATAN MOBIL KLINIK SEBAGAI BAGIAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
DI KECAMATAN CEMPA KABUPATEN PINRANG


Petani merupakan seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman seperti padi, bunga, buah dan lain lain, dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain, oleh karena itu keberadaan petani sangat dibutuhkan dalam menjaga system ketahanan pangan di negara kita.
Namun dalam melakukan usaha taninya, tidak jarang petani mengalami kerugian atau bahkan gagal panen, dimana disebabkan karena adanya serangan hama atau penyakit dalam tanaman yang dibudidayakannya, dan juga terkadang usaha taninya juga tidak maksimal karena kurangnya informasi teknologi yang didapatkan
  Oleh karena itu, Pemerintah kabupaten Pinrang melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan telah menyediakan pelayanan keliling ke desa-desa atau lokasi sentra produksi, dimana kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi teknologi dan mencari permasalahan dan mencoba mengatasi masalah tersebut. Di dalam melakukan kegiatan tersebut Penyuluh telah dibekali mobil klinik, dimana mobil klinik ini merupakan laboratorium yang dapat menganalisa permasalahan dibidang pertanian, perikanan dan kehutanan                                                                                               
         Namun keberadaan mobil klinik ini belum diketahui banyak oleh petani karena memang masih hal baru sehingga perlu dilakukan sosialisasi kepada petani agar nantinya ketika mereka menemukan permasalahan dilapangan mereka dengan cepat dapat memanfaatkan mobil klinik tersebut. Seperti yang dilaksanakan di desa Baru-baru Kecamaan Cempa Kabupaten Pinrang pada hari Rabu tanggal 30 Maret 2016, Tim revitalisasi sosialisasi klinik pertanian terpadu dan pemanfaatan mobil klinik telah melakukan pertemuan dengan  masrakat tani. Dalam pertemuan yang dihadiri Drh. Evi Martina tersebut dikatakan bahwa setiap kantor BP3K di kecamatan sudah berfungsi sebagai klinik pertanian, sehingga para petani dapat menceritakan permasalahan-permasalahan yang ditemui dalam usaha taninya, dan nantinya di klinik tersebut petani dapat menemukan pemecahan masalahnya
Dalam acara tersebut juga dilakukan praktek tentang cara pengukuran kandungan unsure hara tanah dan mengukur PH tanah dengan menggunakan alat perangkat uji tanah sawah (PUTS) dan soil tester, serta praktek penggunaan alat Dhino Lite, dimana alat ini merupakan mikroskop yang dapat mengidentifikasi masalah hama dan penyakit yang ada ditanaman