Senin, 20 Januari 2014

PENGENDALIAN PENYAKIT HDB/KRESEK DI DESA TANRA TUO





Tingginya intensitas hujan saat ini menyebabkan petani merasa was-was.  betapa tidak, kondisi lingkungan yang lembab  sangat mendukung perkembangan populasi hama dan penyakit pada tanaman padi.  Salah satu penyakit yang sangat meresahkan petani saat ini adalah penyakit Hawar Daun Bakteri atau yang lebih dikenal dengan penyakit Kresek. Penyakit ini memang sangat ditakuti oleh petani karena selain sukar untuk dikendalikan,  pada serangan berat penyakit ini berpotensi menghilangkan hasil sebanyak 40% sampai 60%.
            Penyakit pada tanaman padi dengan gejala daun mengering mulai dari tepi daun kemudian meluas hingga ketulang tengah daun, jika terjadi serangan akut seluruh helaian daun bisa mengering seluruhnya. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas sp.
            Hingga saat ini penyakit ini sudah menyerang 4 kelompok tani yang ada di desa Tanra tuo dengan intensitas sedang, dan keadaan ini membuat Penyuluh Pertanian setempat langsung mengajak ketua kelompok dan anggotanya pada hari Senin tanggal 20 Januari 2014 untuk melakukan pengendalian massal guna mengurangi penyebaran penyakit ini. penyakit ini sangat berbahaya, karena dapat menurunkan produksi sampai 50%, selain itu penyebaranya juga sangat cepat karena mampu menyebar melalui udara, air dan pakaian yang digunakan petani”   sahut Pak Muhammadong, Ketua kelompok tani Tanra Tuo I dan juga sebagai Penyuluh Swadaya yang ada di Kecamatan Cempa, disela-sela acara pengendalian massal penyakit kresek.
            Dengan menggunakan tangki sprayer yang telah diisi dengan cairan bakterisida yang telah di anjurkan oleh PPL, para petani dengan semangat melakukan penyemprotan pada tanaman padi yang telah terserang. “selama ini banyak petani kita yang salah menangani penyakit kresek ini  karena mereka mengendalikannya dengan Fungisida, sedangkan penyebab kresek adalah Bakteri Xantomonas oryzay jadi tidak tepat sasaran, dan yang lebih parah, ada petani yang melakukan penyemprotan dengan insektisida jadi bukanya sembuh tapi malah membuat tanaman tambah merah akibat stres”  sahut Mubarak Harun, S.Pt. Penyuluh Pertanian setempat. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa untuk mencegah munculnya penyakit ini maka yang perlu dilakukan yaitu, Pemilihan varietas yang tahan akan penyakit kresek/HDB, seed treatment benih yaitu memberikan larutan bakteri corina pada saat perendaman benih, memilih jarak tanam yang agak lebar seperti 27cm X  27cm atau dengan jarak tanam legowo untuk mencegah suasana lembab, pengaturan air secara berselang dan melakukan pemupukan berimbang. Jika tanaman sudah terlanjur terserang penyakit kresek, makam perlu dilakukan penyemprotan bakterisida yang sudah dianjurkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar