SOSIALISASI KLINIK
PERTANIAN TERPADU DAN PEMANFAATAN MOBIL KLINIK SEBAGAI BAGIAN PELAYANAN KEPADA
MASYARAKAT
DI KECAMATAN CEMPA KABUPATEN PINRANG
Petani
merupakan seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan
untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman seperti padi, bunga, buah dan lain lain, dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut
untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain, oleh karena itu
keberadaan petani sangat dibutuhkan dalam menjaga system ketahanan pangan di
negara kita.
Namun dalam melakukan usaha taninya, tidak jarang petani
mengalami kerugian atau bahkan gagal panen, dimana disebabkan karena adanya
serangan hama atau penyakit dalam tanaman yang dibudidayakannya, dan juga
terkadang usaha taninya juga tidak maksimal karena kurangnya informasi
teknologi yang didapatkan
Oleh karena itu, Pemerintah kabupaten Pinrang
melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan telah
menyediakan pelayanan keliling ke desa-desa atau lokasi sentra produksi, dimana
kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi teknologi dan mencari
permasalahan dan mencoba mengatasi masalah tersebut. Di dalam melakukan
kegiatan tersebut Penyuluh telah dibekali mobil klinik, dimana mobil klinik ini
merupakan laboratorium yang dapat menganalisa permasalahan dibidang pertanian,
perikanan dan kehutanan
Namun keberadaan mobil klinik ini belum diketahui banyak oleh
petani karena memang masih hal baru sehingga perlu dilakukan sosialisasi kepada
petani agar nantinya ketika mereka menemukan permasalahan dilapangan mereka
dengan cepat dapat memanfaatkan mobil klinik tersebut. Seperti yang
dilaksanakan di desa Baru-baru Kecamaan Cempa Kabupaten Pinrang pada hari Rabu
tanggal 30 Maret 2016, Tim revitalisasi sosialisasi klinik pertanian terpadu dan
pemanfaatan mobil klinik telah melakukan pertemuan dengan masrakat tani. Dalam pertemuan yang dihadiri
Drh. Evi Martina tersebut dikatakan bahwa setiap kantor BP3K di kecamatan sudah
berfungsi sebagai klinik pertanian, sehingga para petani dapat menceritakan
permasalahan-permasalahan yang ditemui dalam usaha taninya, dan nantinya di
klinik tersebut petani dapat menemukan pemecahan masalahnya
Dalam acara tersebut juga
dilakukan praktek tentang cara pengukuran kandungan unsure hara tanah dan
mengukur PH tanah dengan menggunakan alat perangkat uji tanah sawah (PUTS) dan
soil tester, serta praktek penggunaan alat Dhino Lite, dimana alat ini
merupakan mikroskop yang dapat mengidentifikasi masalah hama dan penyakit yang
ada ditanaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar