Minggu, 29 Desember 2013

CRD Beraksi, Peternak Merugi

CRD Beraksi, Peternak Merugi
Mubarak HarunAkibat  musim hujan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini, menyebabkan ayam broiler / potong yang dikembangkan oleh para peternak ayam  di  desa Tanra tuo kecamatan Cempa kabupaten Pinrang banyak yang terserang penyakit. Ketua kelompok tani Tanra tuo I sekaligus pemilik ayam broiler H. Abd Ming mengatakan, penyakit yang menyerang ternak ayam broiler adalah penyakit ngorok atau CRD (Chronic Respiratory Disease)
Diungkapkan, angka kematian ayam broiler akibat CRD ini berada pada kisaran 10 persen. Dampak dari kematian ayam akibat CRD cukup membuat peternak mengalami kerugian. ”yah kami betul-betul mengalami kerugian pak akibat penyakit ngorok ini, ayam kami banyak yang mati yaitu sekitar 10%, apalagi banyak yang mati besar dimana ayam sudah banyak makan pakan” sahutnya didepan PPL.
Lebih lanjut diungkapkan, kerugian diperparah karena pasaran ayam potong lagi sepi, sehingga kurangnya pembeli ayam yang masuk “bayangkan saja Pak, ayam sudah berat 2,5kg tapi belum habis dipanen, ini karena kurangnya pembeli ayam yang masuk, mana ayam sudah banyak yang mati” sahutnya dengan nada setengah putus asa.

Dijelaskan oleh Mubarak Harun, S.Pt sebagai PPL diderah tersebut, bahwa penyakit CRD memang menjadi langganan pada saat musim hujan, dimana kelembaban yang tinggi terjadi didalam kandang, ditambah kandungan amoniak yang tinggi, serta kualitas air dan pakan yang menurun ” Curah hujan yang tinggi menyebabkan kandungan air tanah meningkat, oleh karena itu kelembaban udara juga meningkat. Kelembaban yang tinggi merupakan kondisi yang baik bagi pertumbuhan/perkembangan berbagai macam bakteri salah satunya adalah Mycoplasma gallisepticum penyebab CRD”  sahutnya dihadapan para peternak ayam potong
Lebih lanjut Mubarak menjelaskan bahwa untuk mencegah ayam terjangkit penyakit CRD, maka yang perlu diperhatikan adalah sirkulasi udara yang baik, menjaga litter atau alas tetap kering, menjaga kebersihan kandang dan menetapkan pola Biosecurity yang ketat, selain itu kebersihan air minum juga perlu diperhatikan, kalau perlu ditambahkan desinfektan kedalam air untuk mencegah terjadinya  CRD.
Jika ayam sudah terlanjur terserang penyakit CRD, maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu, menekan kadar amonia dan debu yang ada di kandang dengan melakukan pengaturan pada tirai. mengurangi kepadatan kandang dengan melakukan pelebaran sekat, perhatikan tatalaksana litter/alas, buang sekam yang sudah basah dan kalau memungkinkan lepaskan litter/sekam secara bertahap.  melakukan pemilihan obat yang tepat dan kita harus memperhatikan faktor resistensi dari bakteri, memberikan vitamin C yang baik dan keluarkan atau Culling ayam yang sudah terkena CRD Complex.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar