Selasa, 22 Maret 2016

PADI REBAH PETANI RESAH



PADI REBAH PETANI RESAH

Hujan yang turun disertai angin kencang di Kabupaten Pinrang membuat  petani mengalami kerugian.  Bagaimana tidak,  padi yang  mulai menguning dan siap panen dalam beberapa hari kedepan harus  rebah.  Salah satu kecamatan di Kabupaten Pinrang yang  mengalami kejadian ini adalah  kecamatan Cempa. Dari 5250 Ha total luas tanam padi, sebanyak 577,5Ha mengalami padi rebah dan tentunya ini membuat petani merugi, karena tingkat kehilangan  hasil  semakin tinggi serta kualitas gabah juga menurun.
Dari kejadian ini, membuat para petani buru-buru memanen padinya, karena khawatir  batang  padi semakin membusuk  dan buah padi jadi hitam karena tergenang.  Sebenarnya masih ada sekitar sepuluh hari lagi  padi saya bisa dipanen. Tetapi karena rebah  maka kami panen lebih awal agar batangnya tidak semakin membusuk,  lagian pengisian bulir juga sudah tidak maksimal karena batang padi sudah  tertekuk ujar Muhammad  Jafar ketua kelompok tani Sipakainga desa Tanra Tuo.
Kerugian  petani juga semakin bertambah karena harga gabah juga turun akibat kualitas gabah yang menurun akibat tergenang air terlalu lama. Lamanya gabah tergenang disebabkan karena combine harvester atau mobil panen tidak dapat bekerja dengan cepat karena banyaknya areal sawah yang padinya rebah dan tergenang. “Kami tidak dapat bekerja dengan cepat karena padi rebah, akibatnya mobil panen harus pelan-pelan agar tidak banyak membuang gabah. Dengan kondisi ini kami Cuma dapat memanen padi paling banyak 1 Ha / hari, sedangkan kalau padi tidak rebah kami dapat memanen padi seluas 3 Ha / Hari” ujar Wandis, salah satu operator combine harvester yang beroperasi di Kecamatan Cempa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar