PADI REBAH PETANI RESAH
Hujan
yang turun disertai angin kencang di Kabupaten Pinrang membuat petani mengalami kerugian. Bagaimana tidak, padi yang mulai menguning dan siap panen dalam beberapa
hari kedepan harus rebah. Salah satu kecamatan di Kabupaten Pinrang
yang mengalami kejadian ini adalah kecamatan Cempa. Dari 5250 Ha total luas
tanam padi, sebanyak 577,5Ha mengalami padi rebah dan tentunya ini membuat
petani merugi, karena tingkat kehilangan
hasil semakin tinggi serta
kualitas gabah juga menurun.
Dari
kejadian ini, membuat para petani buru-buru memanen padinya, karena
khawatir batang padi semakin membusuk dan buah padi jadi hitam karena tergenang. “Sebenarnya masih ada sekitar sepuluh hari lagi padi saya bisa dipanen. Tetapi karena rebah maka kami panen lebih awal agar batangnya
tidak semakin membusuk, lagian pengisian
bulir juga sudah tidak maksimal karena batang padi sudah tertekuk” ujar Muhammad Jafar ketua kelompok tani Sipakainga desa Tanra
Tuo.
Kerugian petani juga semakin bertambah karena harga
gabah juga turun akibat kualitas gabah yang menurun akibat tergenang air
terlalu lama. Lamanya gabah tergenang disebabkan karena combine harvester atau
mobil panen tidak dapat bekerja dengan cepat karena banyaknya areal sawah yang
padinya rebah dan tergenang. “Kami tidak
dapat bekerja dengan cepat karena padi rebah, akibatnya mobil panen harus
pelan-pelan agar tidak banyak membuang gabah. Dengan kondisi ini kami Cuma
dapat memanen padi paling banyak 1 Ha / hari, sedangkan kalau padi tidak rebah
kami dapat memanen padi seluas 3 Ha / Hari” ujar Wandis, salah satu operator combine
harvester yang beroperasi di Kecamatan Cempa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar