Senin, 23 Mei 2016

MENINJAU PERKEMBANGAN PROGRAM DESA MANDIRI BENIH PADI DI KECAMATAN CEMPA KABUPATEN PINRANG



Sejak dicanangkanya Program Seribu Desa Mandiri Benih Padi tahun 2015 lalu peningkatan penggunaan benih bermutu ditingkat petani sudah semakin tinggi, dan tentunya ini merupakan suatu keberhasilan bagi pertanian kita karena kita ketahui bahwa  benih merupakan salah satu paket teknologi yang penting peranannya dalam budidaya tanaman padi, benih yang baik (bermutu dan bernas) tentunya akan tumbuh dengan baik sesuai dengan potensi genetiknya dan pada akhirnya akan menghasilkan produksi yang tinggi dan sebaliknya  benih yang kurang baik akan tumbuh dengan seadanya dan hasilnya pun akan jauh dari kata yang memuaskan.
Namun ditahun 2016 ini program tersebut belum sepenuhnya berjalan dengan baik, dimana masih ada beberapa desa yang telah ditunjuk untuk menjalankan program ini belum mampu menjalankannya  hal ini disebabkan karena kawasan mandiri benih masih rawan kekeringan dan banjir, tingginya serangan hama dan penyakit dan masih rendahnya SDM dalam menciptakan suatu benih bermutu
Salah satu desa / kelurahan yang mendapat program seribu desa mandiri benih adalah kelurahan Cempa kecamatan Cempa kabupaten Pinrang yang mana kabupaten Pinrang sendiri mendapatkan empat kawasan Program Seribu Desa Mandiri Benih yang berada di kecamatan Watang Sawitto, kecamatan Duampanua, kecamatan Cempa dan kecamatan Mattiro Bulu. Program seribu desa mandiri benih di kelurahan Cempa di tangani oleh bapak Anas Tika sebagai direktur dimana sejauh ini berjalan dengan baik. Hal ini terlihat ketika  Kepala BP3K Cempa H. Ganepo, SP dan beberapa penyuluh pertanian mengadakan kunjungan ke gudang penyimpanan benih milik pak Anas tika pada hari Sabtu tanggal 21 Mei 2016, disana terlihat beberapa kemasan benih varietas Inpari 4 yang telah dikemas dan siap di distribusikan ke petani. 
Dari diskusi yang dilakukan dengan pak Anas tika, beliau mengatakan masih ada beberapa kendala yang ditemui dalam penanganan benih seperti sulitnya menjaga kemurnian benih karena penangkar menggunakan combine harvester untuk melakukan panen dan didalam mobil combine tersebut terkadang masih tersisa benih padi  dari varietas lain sehingga akan tercampur dengan benih dari penangkaran tersebut. Selain itu masih tinggiya keragaman varietas yang ditanam disekitar kawasan penangkaran benih sehingga benih masih bisa bercampur akibat ulah serangga penyerbuk oleh karena itu betul-betul harus dilakukan isolasi yang ketat pada areal penangkaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar