Sejak
dicanangkanya Program Seribu Desa Mandiri Benih Padi tahun 2015 lalu
peningkatan penggunaan benih bermutu ditingkat petani sudah semakin tinggi, dan
tentunya ini merupakan suatu keberhasilan bagi pertanian kita karena kita
ketahui bahwa benih merupakan salah satu
paket teknologi yang penting peranannya dalam budidaya tanaman padi, benih yang
baik (bermutu dan bernas) tentunya akan tumbuh dengan baik sesuai dengan
potensi genetiknya dan pada akhirnya akan menghasilkan produksi yang tinggi dan
sebaliknya benih yang kurang baik akan
tumbuh dengan seadanya dan hasilnya pun akan jauh dari kata yang memuaskan.
Namun
ditahun 2016 ini program tersebut belum sepenuhnya berjalan dengan baik, dimana
masih ada beberapa desa yang telah ditunjuk untuk menjalankan program ini belum
mampu menjalankannya hal ini disebabkan
karena kawasan mandiri benih masih rawan kekeringan dan banjir, tingginya
serangan hama dan penyakit dan masih rendahnya SDM dalam menciptakan suatu
benih bermutu
Salah
satu desa / kelurahan yang mendapat program seribu desa mandiri benih adalah
kelurahan Cempa kecamatan Cempa kabupaten Pinrang yang mana kabupaten Pinrang
sendiri mendapatkan empat kawasan Program Seribu Desa Mandiri Benih yang berada
di kecamatan Watang Sawitto, kecamatan Duampanua, kecamatan Cempa dan kecamatan
Mattiro Bulu. Program seribu desa mandiri benih di kelurahan Cempa di tangani
oleh bapak Anas Tika sebagai direktur dimana sejauh ini berjalan dengan baik.
Hal ini terlihat ketika Kepala BP3K
Cempa H. Ganepo, SP dan beberapa penyuluh pertanian mengadakan kunjungan ke gudang
penyimpanan benih milik pak Anas tika pada hari Sabtu tanggal 21 Mei 2016,
disana terlihat beberapa kemasan benih varietas Inpari 4 yang telah dikemas dan
siap di distribusikan ke petani.
Dari diskusi yang dilakukan dengan pak Anas
tika, beliau mengatakan masih ada beberapa kendala yang ditemui dalam penanganan
benih seperti sulitnya menjaga kemurnian benih karena penangkar menggunakan
combine harvester untuk melakukan panen dan didalam mobil combine tersebut
terkadang masih tersisa benih padi dari varietas lain sehingga akan tercampur dengan
benih dari penangkaran tersebut. Selain itu masih tinggiya keragaman varietas
yang ditanam disekitar kawasan penangkaran benih sehingga benih masih bisa bercampur
akibat ulah serangga penyerbuk oleh karena itu betul-betul harus dilakukan
isolasi yang ketat pada areal penangkaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar